Minggu, 02 Desember 2012

apple corp





              Pertama kali keluar pada  2000, Apple hanyalah sebuah produsen komputer. Tapi kini, hampir semua sendi kehidupan tak lepas dari Apple. Mulai dari telepon seluler, laptop, pemutar musik, hingga tablet dan bersiap mengembangkan sayap, di bidang otomotif.

Shane Baxley, ilmuwan desain transportasi dari Art Center College of Design di Pasadena, AS, berpikir bahwa mobil akan menjadi pilihan tepat Apple untuk merambah dunia lain. Dengan sangat percaya diri, sang profesor membuat sebuah
grand design alat transportasi, dan diajukan kepada Apple Inc. agar dipertimbangkan.

Proyek Baxley dinamakan iGo, dengan desain tiga kendaraan personal bertenaga listrik. Kendaraan pertama adalah iMe, mobil sangat kecil untuk satu penumpang. Khusus untuk iMe, pengisian baterai dilakukan secara nirkabel di sepanjang jalan. Karena ini kendaraan personal, jarak tempuhnya hanya sekitar 56 km.


Desain kedua adalah iWe, kendaraan keluarga mempunyai jarak tempuh jauh, yakni 480 km. Model ini sangat unik, dengan desain depan dan belakang yang sama. Mengemudinya pun bisa berbalikan arah, seperti lokomotif KRL yang bisa maju-mundur. Dan terakhir (ketiga),  iUs, pengembangan dari iWe yang lebih diarahkan untuk kendaraan berdua. Modelnya mirip iWe, tetapi kaca depan agak ditekuk ke dalam. Model ini bisa dipacu sejauh 320 km tanpa pengisian baterai.


iWe dan iUs menggunakan baterai Tesla lithium-ion, yang ditopang oleh sasis ringan dengan
center of gravity rendah. Motor listrik ini bisa melesatkan mobil 0-100 km per jam kurang dari 5 detik.

Cloud Computing

Ketiganya akan dikontrol oleh cloud computing dari Apple Cloud Network. ”Pada saatnya nanti, 75 persen dari semua kendaraan di jalanan akan menggunakan teknologi Cloud. Semua data mobil disimpan dalam jaringan ini dan bisa diakses kapan saja di mana saja tanpa membawa komputer. Cukup di dalam mobil,” terang Baxley.

Ada tagline untuk ketiganya. ”
iGo, Travel done Apple”. Jika desain ini disetujui Apple, bukan tidak mungkin ketiga model akan digandrungi penduduk seluruh dunia, layaknya iPod, iPohone, MacBook, hingga iPad!

Sumber: carscoop

Editor : Bastian

Sabtu, 01 Desember 2012

My Sweet rOOm

                                           Otomotif 

              Seorang pengacara di Amerika, Robert Reeves, berkali-kali menyosialisasikan pendapatnya tentang kebiasaan buruk pengendara sepeda motor di dunia. Pria yang banyak menangani perkara kecelakaan dan berbuntut jalur hukum itu merangkum dari berbagai kasus yang pernah dikawalnya.

Intinya, selain harus memakai helm, menyalakan sein ketika belok, dan melihat posisi aman serta perilaku
safety lainnya, seorang pengendara sepeda motor juga harus tahu hal-hal kecil yang memungkinan terjadinya kecelakaan. ”Sebelum Anda duduk di sepeda motor, pahamilah bahwa ada yang tidak boleh dilakukan,” kata Reeves seperti dikutip The Thelegraph.

Berikut hal-hal yang tidak boleh dilakukan
bikers menurut Reeves:

1.
Jangan memacu kendaraan di gigi tinggi
Menggunakan gigi tinggi membuat Anda ”melayang” dan kurang kontrol. Pakailah gigi rendah (sesuai), terutama menghadapi kepadatan lalu-lintas. Kenapa? Karena sesekali Anda membutuhkan tenaga cukup untuk mengejar ketinggalan. Mengerem dengan gigi tinggi bukan pilihan yang tepat. Bonusnya, kendaraan di sekitar akan lebih mendengar dengung mesin.

2. Jangan bawa pembonceng tanpa perlengkapan aman
Pasangan atau salah satu keluarga ingin dibonceng? Boleh, tapi dia harus memakai perlengkapan keamanan, minimal pelindung kepala dan kaki. Dalam kecepatan tertentu,
boncengers lebih berpotensi terlempar ketika terjadi benturan. Tentu Anda tidak ingin hanya diri sendiri yang selamat dari kecelakaan.

3. Jangan bermotor kalau tidak enak badan
Naik motor itu harus sehat, nyaman, banyak minum, dan cukup istirahat. Sebagian besar kecelakaan bukan disebabkan karena sepeda motor, tetap karena pengendara yang ceroboh. Merasa dalam kondisi baik sangat penting untuk mendapat
feeling berkendara.

4. Jangan lihat ke bawah!
Apa pun yang terjadi, meski ketika posisi akan terjatuh, jangan melihat ke bawah. Mata perlu terus memandang ke depan, mengikuti arah yang akan dituju. Belok kanan, pandang jalur kanan yang akan Anda lewati. Ini meningkatkan kewaspadaan dan refleks ketika akan jatuh. Sekali melihat ke bawah dalam tikungan, meski tak sampai sedetik, celaka sudah ada di depan mata!


Sumber: the telegraph

Editor : Bastian